Suasana duka menyelimuti Desa Batang Hari Ogan, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, pada Kamis, 6 Februari 2026. Pratu Marinir Muhammad Dirwa Al Falah, prajurit Yonif 9 Marinir “Beruang Hitam”, TNI Angkatan Laut asal Lampung, dimakamkan secara militer setelah dinyatakan gugur akibat bencana longsor di kawasan Cisarua.
Almarhum merupakan korban longsor saat melaksanakan kegiatan latihan penugasan ke wilayah perbatasan RI–Papua Nugini. Setelah dinyatakan hilang, proses pencarian dilakukan selama 13 hari oleh tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan relawan. Jenazah almarhum akhirnya berhasil ditemukan dan dipulangkan ke kampung halaman untuk dimakamkan secara layak.
Prosesi upacara pemakaman militer berlangsung khidmat dan penuh haru. Upacara dipimpin langsung oleh Letkol Marinir Sugiarto, selaku Perwira Staf Personalia (Paspers) Brigif 4 Marinir/Beruang Samudera. Hadir dalam upacara tersebut keluarga besar almarhum, jajaran prajurit TNI AL khususnya Yonif 9 Marinir “Beruang Hitam”, unsur Forkopimcam, perangkat desa, serta masyarakat setempat.

Isak tangis keluarga dan kerabat pecah saat jenazah almarhum diturunkan ke liang lahat, diiringi tembakan salvo sebagai penghormatan terakhir kepada prajurit terbaik bangsa yang gugur dalam tugas.
Pratu Marinir Muhammad Dirwa Al Falah dikenal sebagai sosok prajurit yang disiplin, berdedikasi, dan memiliki semangat pengabdian tinggi kepada bangsa dan negara. Gugurnya almarhum menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi Korps Marinir TNI AL, khususnya keluarga besar Yonif 9 Marinir “Beruang Hitam”, serta masyarakat Lampung.
Pemerintah Desa Batang Hari Ogan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya almarhum. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.