Desa Batang Hari Ogan, yang terletak di Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, dikenal sebagai salah satu daerah penghasil buah duku yang memiliki cita rasa khas dan kualitas unggul. Tanaman duku di desa ini telah menjadi bagian penting dari kegiatan pertanian masyarakat, sekaligus menjadi potensi unggulan desa yang terus dikembangkan.
Buah duku dari Batang Hari Ogan memiliki keunikan tersendiri. Buahnya berukuran sedang, berkulit tipis, dan berwarna kuning muda. Yang paling menonjol adalah rasa daging buahnya yang manis, segar, dan tidak sepat — menjadikannya favorit di kalangan konsumen, baik lokal maupun luar daerah. Tak heran jika saat musim panen tiba, banyak pedagang dari Bandar Lampung hingga Palembang datang langsung untuk membeli dalam jumlah besar.
Petani di Batang Hari Ogan telah menanam pohon duku secara turun-temurun. Selain karena cocok dengan kondisi tanah dan iklim desa, pohon duku juga relatif mudah dirawat dan memiliki umur produktif yang panjang. Dalam satu musim panen, satu pohon duku dewasa dapat menghasilkan puluhan kilogram buah yang siap jual.
Menurut beberapa petani setempat, seperti Pak Ferry, menanam duku memberikan keuntungan yang cukup stabil. "Duku ini tanaman jangka panjang. Sekali tanam, bisa panen setiap tahun. Hasilnya cukup untuk tambahan penghasilan, apalagi kalau harga sedang bagus," ujarnya.
Ke depan, buah duku dari Batang Hari Ogan diharapkan tidak hanya dikenal di tingkat regional, tetapi juga mampu menembus pasar nasional sebagai buah lokal berkualitas. Dengan dukungan dari pemerintah dan semangat petani desa, komoditas ini berpotensi menjadi sumber ekonomi baru dan kebanggaan masyarakat setempat.